Jumat, 06 September 2013

Mereka Memusuhi Al quran !


Oleh : Rochmad.

Mengenali musuh merupakan suatu elemen terpenting dalam sebuah peta perlawanana. Apalah kiranya jika sebagai seorang muslim yang terlibat dalam kancah pemikiran tidak bisa memetakan manakah kawan dan manakah musuh. Tentunya akan sangat menyedihkan ! dia akan merasa aman- mana saja padahahal musuh sudah mengintainya sejak lama. Dia akan merasa baik-baik saja padahal moncong senjata sudah tepat di jidatnya.

Sebagai sebuah dienul hayah, islam tentu saja memiliki para penghujat dan penentang. Tak terkecuali kitab suci Al quran yang menjadi pembenar atas kerosulan muhammad saw dan kebenaran itu sendiri, tentu saja tidak sepi dari deretan penghujat yang setia dengan kekafirannya.

Sejak awal memang Al quran telah mendapat tantangan luar biasa dari musuh-musuhnya. Musuh-musuh itu menghujat al quran dengan bahasa yang lugas tanpa ada basa basi. Dengan bermodalkan kecurigaaan dan semangat kebencian, mereka mengatakan bahwa al Quran adalah bikinan Muhammad dan sama sekali bukan wahyu dari allah.

Tidak hanya itu, bahkan ada di antara mereka yang sudah melakukan upaya tandingan dengan menciptakan sesuatu yang serupa dengan al Quran namun mereka gagal. Sejarah mencatat apa yang telah di lakukan oleh Musailimah Al Kazdab dan Aswad al ansi sebagai nabi palsu yang mencederai sejarah kegemilangan islam.

Dalam surat Hud ayat 13 dan 14 di sebutkan:
“Bahkan mereka mengatakan “ Muhammad telah membuat al Quran itu”. Katakanlah:” kalau demikian, maka datanglah sepuluh surat yang di buat-buat yang menyamainya, dan pangillah orang-orang yang sanggup memangil selain allah, jika kamu memang orang-orang yang benar”.

“Jika mereka yang kamu seru itu tidak menerima seruanmu (ajakanmu) itu ketahuilah, sesungguhnya Al quran itu di turunkan dengan ilmu allah dan bahwasanya tidak ada tuhan selain dia ,Maka maukah kamu berserah diri kepada nya? “.
Tidak ada yang sanggup menandinggi al Quran. Tapi pendusta dan pembangkang al Quran akan selalu ada hingga akhir masa. Sepanjang rentan abad ke-13 dan ke-14 hijriyah saja, banyak muncul pendusta-pendusta al Quran. Semacam orang Mu’tazilah yang mengatakan bahwa al quran itu adalah Allah di luar Dzat nya. Juga seperti pendapat Abu Mansur Al Maturidi (334 H )yang mengatakan bahwa al Quran itu hanya sebatas kandungan makna yang berdiri sendiri dalam dzat allah dan kemudian di ciptakan pada makluknya.

Permusuhan terhadapa al Quran ini akan selalu bergulir bak api yang tak pernah padam. Dari mulai dedengkot utama, para pionir dan pelopor, hingga kepada pengasong yang bersembunyi di balik liberalisme yang mereka dengung- dengungkan. Oleh karena itumengetahui awal permusuhan ini sangat penting di lakukan. Kenapa mereka memusuhi al Quran dan siapa saja yang terlibat dalam permusuhan ini menjadi penting untuk dikaji dan di ketengahkan.

Kenapa mereka memusuhi al Quran?
Kalangan Yahudi kristen telah lama menghujat al Quran. Hal ini di sebabkan oleh sikap penolakan mereka jika al Quran meluruskan agama Yahudi kristen. Hal ini di perparah oleh kemarahan mereka terhadap ayat allah yang ada dalam al Quran. Beberapa di antaranya adalah surat al maidah 72-73:

“Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata “Sesungguhnya allah ialah al masih ( sendirir)berkata :”hau bani israil, sembahlah allah tuhanku dan tuhanmu”. Sesungguhnya orang yang menyekutukan allah, maka allah mengharamkan kepadanya surga, Dan tempatnya adalah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolongpun”.

“ Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan :” Bahwasanya alllah salah seorang dari yang tiga “ padahal sekali-kali tidak ada tuhan selain dari tuhan yang maha Esa, jika mereka tidak berhenti dari aPa yang mereka katakan itu, pasti orang-oarng yang kafir di antara mereka akan di timpa siksa yang pedih”

Kemudian pada surat An Nisa 157 tentang bantahan penyaliban terhadap isa dan lainnya.
Hal inilah yang kemudian menyulut api kebencian luar biasa terhadap al Quran. Hingga akhirnya mereka sampai pada kesimpulan bahwa al Quran bukan merupakan kalam ilahi. Mengkritik bibel yang mereka sebut sebagai God’s Word. (Adnin Armas, Metodologi bibel dalam studi Al Quran ).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar