| Oleh : H.S. Munir, SKM. MPH |
Dengan segala kerendahan hati, kami mengharap semoga tulisan ini menjadi bahan inspirasi bagi saudara-saudaraku muslim dalam upaya memurnikan iman serta mengikis berbagai keraguan yang datang menteror silih berganti.
Melalui
tulisan ini semoga muslim mengetahui, menyadari, dan menyakini seyakin-yakinnya
bahwa Allah SWT tidak pernah mewahyukan Trinitas kepada semua Rasul yang diutus
ke dunia ini, termasuk Nabi Isa (Yesus). Demikian pula Yesus dan murid-muridnya
tidak pernah menyebut-nyebut, apalagi mengajarkan ajaran asing dan aneh ini.
Paulus sendiri sebagai pendiri agama Kristen juga tidak pernah menyebut-nyebut
dan mengajarkan Trinitas.
Kalau
masyarakat awam Kristen tetap berada dalam kegelapan dan ngotot mempertahankan
Trinitas, harap maklum, karena menurut Robert Funk, meskipun para pastor,
pendeta dan penginjil telah ditatar bahwa Yesus bukan Anggota Trinitas dan bukan
Tuhan yang harus di sembah, namun mereka tidak punya nyali untuk menyampaikan
kebenaran ini kepada jemaat karena takut di damprat.
Dari
tulisan ini jelas terlihat dari kacamata Islam adanya dua permasalahan yang
dilahirkan oleh ajaran Trinitas yang dianut dari filsafat Yunani dan agama Mesi
r.
-
1. Keteledoran yang disengaja oleh para pemimpin Gereja yang menobatkan Yesus sebagai Logos penyembah berhala, sehingga Yesus dengan serta-merta harus memikul berbagai gelar Logos yang tidak pernah beliau impikan. Tanpa sepengetahuan dan seizin beliau, para pemimpin Gereja langsung menyematkan gelar Tuhan, Juru Selamat, Anak Allah, Firman, Alfa dan Omega, perantara antara Tuhan dan Manusia dan puluhan gelar lainnya kepada Yesus.
-
2. Kecurangan para penulis Injil-injil dalam Alkitab yang menciptakan ucapan-ucapan palsu, kemudian menyuapnya kepada Yesus sehingga memberi kesan seakan-akan ucapan tersebut keluar dari mulut Yesus. Ayat-ayat ini di golongkan dalam "Ayat Asli Ucapan Palsu". Disamping itu para penyalin injil-injil dalam Alkitab tidak pula ketinggalan menciptakan ayat-ayat palsu yang diakui sebagai ucapan Yesus kemudian menyelipkannya ke dalam Injil yang baru mereka salin. Ayat-ayat ini tergolong dalam "Ayat Palsu Ucapan Palsu".
Dengan
demikian terdapat dua golongan ayat-ayat palsu dalam injil-injil di Alkitab.
Pertama, "Ayat Asli Ucapan Palsu", dan kedua "Ayat Palsu Ucapan
Palsu".
Sementara
hasil seminar Yesus selama 6 tahun yang diikuti 75 pakar Alkitab Internasional
di Amerika Serikat menemukan bahwa "Ayat Asli Ucapan Asli", yang dianggap
benar-benar ucapan Yesus hanya 18%.
Anehnya,
Ayat-ayat palsu yang diciptakan para penulis injil dan yang diselipkan para
penyalin Injil, ternyata merupakan fondasi ajaran Kristen.
Andaikata
Trinitas tidak melibatkan Yesus (Nabi Isa), umat Islam tidak punya urusan untuk
membahasnya. Namun umat islam menjadi berkepentingan dan terlibat dalam membahas Trinitas, karena para pemimpin Gereja mengatakan
bahwa Yesus (Nabi Isa sebagai Rosul Islam), adalah Logos penyembah berhala,
anggota Trinitas, dan bahwa Trinitas adalah ajaran yang diajarkan Yesus (Nabi
Isa). Padahal Al-Qur'an sendiri telah menjelaskan bahwa mereka telah sesat dan
curang sejak 15 abad yang lalu.
Perhatikan, betapa mulianya pernyataan yang diajukan pakar Alkitab,
John Davidson dalam bukunya The Gospel of Jesus yang di tujukan
kepada umat Kristiani, terutama untuk diri nya sendiri :
-
"Have we been misled for the last two thosand years?"(Apakah kita (umat Kristiani) telah tersesat selama dua ribu tahun?)
Semoga
Allah SWT senantiasa membimbing hambanya di jalan yang benar.
Amin
TAMAT
|
.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar